Ganti Ban Honda CB150 Verza Ban Depan Motor Terbalik

Halo semua, pada artikel kali ini saya coba membahas pengalaman memasang ban depan motor terbalik. Hal ini masih berkaitan dengan pengalaman ganti ban Michelin Pilot Street untuk Honda CB150 Verza milik saya belum lama ini.

Pengalaman tersebut sudah saya ceritakan lewat artikel sebelumnya. Kalian bisa membacanya lewat link di bawah ini.

>>> Baca juga: Ganti Ban Honda CB150 Verza Ukuran Gambot

Kebetulan, pengalaman tersebut juga saya tuangkan lewat video di channel YouTube Roda Gembira. Videonya bisa kalian tonton di akhir tulisan ini. Tapi sebelum itu, izinkan saya menceritakan hal unik dari pengalaman mengganti ban Honda CB150 Verza tersebut.

Alhamdulillah video yang saya upload tersebut mendapat cukup banyak penonton dan komentar. Namun dari sekian banyak komentar yang masuk, tak jarang ada yang berkomentar saya pasang ban depan motor terbalik.

Kalau dilihat polanya, memang betul saya pasang ban depan motor terbalik. Namun bukan tanpa alasan. Karena kebetulan untuk ban yang saya gunakan memang ada instruksinya untuk memasang ban depan dengan arah pola yang berlawanan dengan ban belakangnya.

Instruksi atau petunjuk tersebut bisa ditemui di bagian dinding ban berupa tanda panah. Jika mengikuti petunjuk tersebut, seolah-olah terlihat pasangannya salah. Padahal tidak begitu.

Sekali lagi saya tekankan, sebagian produk ban motor (termasuk produk yang saya gunakan, yaitu Michelin Pilot Street) memang diinstruksikan untuk dipasang dengan pola yang berlawanan untuk ban depannya. Beberapa ban premium lainnya, seperti Pirelli Angle CT juga demikian.

Apa alasannya? Alasan pertama karena “force” atau tekanan yang dialami oleh ban depan dan belakang berbeda.

Seperti kita ketahui bahwa tugas utama ban belakang ialah membawa motor berakselerasi dengan tenaga yang disalurkan oleh mesin. Untuk itu ban belakang motor butuh grip atau cengkraman ke aspal sebaik-baiknya.

Pola yang ada pada ban belakang motor diciptakan untuk memaksimalkan hal tersebut. Tugasnya termasuk untuk membuang air ke samping ban saat melewati jalan basah. Sehingga ban selalu memiliki kontak yang sempurna dengan permukaan jalan.

Sampai di sini mungkin ada teman-teman yang berpikir, “Wah, kalau gitu ban depan yang dipasang dengan pola berlawanan justru bikin air masuk ke tengah-tengah ban, dong?” Jawabannya, salah.

Untuk itu teman-teman mesti tahu dulu “force” terbesar yang dialami oleh ban depan motor, yaitu pengereman.

Kalian pasti pernah merasakan pengalaman seperti ini, saat naik motor kemudian mengerem, badan akan terasa terdorong ke depan. Nah, hal yang sama juga akan dialami oleh air yang ada pada ban depan motor.

Jika ban depan dipasang dengan pola yang searah dengan ban belakang, bisa-bisa saat melakukan pengereman, air yang ada ban depan justru malah terdorong ke bagian tengah ban atau terperangkap.

Waduh, kalau begini kejadiannya bisa gawat urusan karena akan licin.

Sebaliknya, dengan pola yang berlawanan, maka air akan terbuang ke sisi-sisi ban melalui pola tersebut dengan sendirinya saat terjadi momentum pengereman. Di sini pola ban menjadi semacam jalan keluar air saat tekanan pengereman terjadi.

Itu dia alasan utama sejumlah ban motor diinstruksikan mesti dipasang dengan pola berlawanan untuk ban depannya.

Namun perlu diingatkan, jika teman-teman tidak menemukan instruksi demikian pada ban yang akan dipakai, maka jangan sengaja membalik polanya. Pokoknya ikuti saja petunjuk yang ada.

Karena bisa saja ban yang teman-teman gunakan justru lebih maksimal performanya ketika dipakai dengan pola ban depan searah dengan ban belakang.

Leave a Reply

Check Also

Ganti Ban Honda CB150 Verza Ukuran Gambot

Halo lads, apa kabar semua? Di artikel ini saya pengin cerita pengalaman ganti ban Honda C…